Daftar | Login
Senin, 25 September 2017 - 20:08 wib

Kepada Maut yang Tak Perlu Dijemput

Kepada Maut yang Tak Perlu Dijemput

Oleh: Djoko Bikoasih

Kiranya sudah tak terhitung nafas ini behembus
Masih ada saja yang melupakannya.
Oleh tidurnya mereka pura-pura mati
Pada sadarnya mereka hanya bisa lari
Setelah itu, kita menganggapnya tiada
Lalu pergi sesuka hati.

Kepada maut yang tak perlu dijemput,
Dengarkanlah curhatan kami
“dalam keinginan yang tertinggi,
Kami tak ingin mati.
Masih banyak janji janji yang belum ditepati
Masih banyak hati yang tersakiti oleh kami”

Maka kepada maut yang tak perlu dijemput,
Izinkan kami menantimu dipersimpangan yang suci
Dimana tiada hati yang tersakiti lagi
Atau bumi berubah menjadi sunyi

Kepada maut yang tak perlu dijemput,
Dalam hidup, kita ingin menepati janji
Pada mati , kita ingin menyelesaikannya.

Cai Biru, 16 February 2017

Djoko Bikoasih, penikmat sastra. Sedang belajar di Komunitas Sastra Wengi (KSW) Bandung.

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...

Pojok Santri

Dalam Proses
Oleh: Abdul Hady JM
Seseorang yang terlalu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi pemberani. — Ali bin Abi Thalib ...