Daftar | Login
Minggu, 21 Oktober 2018 - 07:36 wib
Pilpres 2019

Ngotot Usung Cak Imin, Kiai Sepuh dan PKB Bermanuver

Uswatun H - SantriNews.com
Ngotot Usung Cak Imin, Kiai Sepuh dan PKB BermanuverJuru bicara kiai sepuh KH Anwar Iskandar (kanan) bersama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj (kiri) di kantor PBNU, Jakarta (santrinews.com/ist)

Jakarta – Kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali bermanuver terkait calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Sekitar 50 ulama sepuh NU menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj di Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu malam, 4 Agustus 2018. Mereka menyepakati Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Jokowi.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu dimulai pukul 20.30 WIB dan dihadiri oleh para kiai dari seluruh Indonesia. Pertemuan berlangsung tertutup dan awak media baru bisa masuk sekitar 21.50 WIB.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil langsung keluar didampingi Ketua PBNU Robikin Emhas tanpa berbicara banyak dengan awak media.

“Ada jubirnya sendiri. Ada Kiai Anwar Iskandar. Teman-teman media di dalam,” kata Kiai Said Aqil seraya langsung meninggalkan ruang rapat dengan tergesa-gesa.

Di dalam ruang rapat, Sekjen PBNU Helmy Faishal dan sejumlah kiai pun menyampaikan hasil rapat. Mereka menyatakan tetap mendukung Muhaimin sebagai cawapres Presiden Jokowi.

“Kiai sepakat untuk mendukung pencalonan Cak Imin sebagai cawapres bersama Pak Jokowi dan kita mohonkan dan kita laporkan ke PBNU aspirasi ini untuk selanjutnya nanti bagaimana di musyawarahkan PBNU untuk menjadi bagian aspirasi warga NU,” kata Kiai Anwar Iskandar.

Kiai Anwar mengaku, mereka akan segera bermusyawarah apabila Jokowi menolak Cak Imin sebagai cawapres dan menentukan langkah baru usai keputusan Jokowi. Ia menyebut pemimpin nasionalis-religius harus tetap ada di Indonesia.

“Jelas narasinya adalah Indonesia mesti dijaga bersama antara kekuatan nasionalis dan religius. Dan kita-kita ini adalah kekuatan religius yang menyangga bersama terhadap keutuhan Negara Republik Indonesia bersama kaum nasionalis,” kata Kiai Anwar.

Kiai Anwar menilai, wacana nasionalis-religius penting dilakukan untuk mencegah ideologi lain masuk ke Indonesia. Ia yakin semua pihak sudah membaca ada ancaman kepada Indonesia, baik secara radikal, agama maupun liberalisme.

“Tentu kiai-kiai tidak tinggal diam kalau udah bicara keselamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Kiai Anwar.

Sementara itu, Sekjen PBNU Helmy Faishal menilai pertemuan antara ulama dengan pengurus PBNU sebagai langkah politik NU untuk mengakomodir suara para kiai NU se-Nusantara.

“Ini bukan lembaga bukan organisasi. Tapi orang-orang yang kebetulan menjadi warga NU dan ini orang-orang memiliki yang hak politiknya dilindungi oleh Undang-Undang,” kata Helmy.

Helmy menyebut suara para ulama sebagai suara bulat ulama NU untuk Muhaimin sebagai cawapres Jokowi. Setelah mendengar aspirasi ulama NU, Kiai Said Aqil akan langsung menyampaikan kepada Jokowi pada waktu yang tepat.

Namun, ia mngaku tak tahu ketika ditanya soal a[akah pertemuan kiai sebagai dorongan Muhaimin tetap dipilih ini lantaran Jokowi sudah memilih cawapres. “Wah enggak tahu. Jangan tanya saya,” kata Helmy.

Sebelumnya, Wakil Sekjen PKB Jazilul Fawaid menyatakan pihaknya akan meminta mandat ulang kepada para kiai NU perihal dukungan ke Jokowi bila ketua umumnya, yaitu Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, tak dipilih sebagai cawapres oleh Jokowi.

Alasannya, kata Jazilul, keputusan PKB mengusung Cak Imin sebagai cawapres dan mendukung Jokowi sebagai capres selama ini berdasarkan mandat para kiai NU.

“Kalau tidak dipilih nanti kami tanya lagi ke ulama. Kan mereka yang memberi mandat, masih mau terus ke Pak Jokowi atau ke yang lain,” kata Jazilul di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 2 Agustus 2018.

Manuver PKB ini merespons sikap Jokowi yang belum memutuskan nama cawapres meski pendaftaran capres-cawapres telah dibuka di KPU RI sejak 4 Agustus kemarin.

Sikap PKB yang belum rela bila Cak Imin tidak dipilih sebagai cawapres Jokowi ini memunculkan spekulasi poros ketiga dengan menggandeng PAN dan PKS yang juga belum solid di koalisi oposisi. (us/tirto)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...