Daftar | Login
Sabtu, 21 April 2018 - 14:55 wib
Pilgub Jabar 2018

Jabar Butuh Figur Santri

Nashiruddin - SantriNews.com
Jabar Butuh Figur SantriBakal Calon Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (santrinews.com/jawapos)

Bandung – Analis Lingkar Madani Ray Rangkuti menyarankan bakal calon gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, agar teliti dalam menentukan calon wakil gubernur pendampingnya pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Menurut Ray Rangkuti, Kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, memerlukan sosok wakil gubernur yang mampu meningkatkan elektabilitasnya pada Pilkada Jawa Barat 2018.

Salah satu pilihan paling realistis adalah menggandeng figur yang merepresentasikan kalangan santri. Sebab, ekspektasi sebagian masyarakat Jawa Barat, menurut dia, menunjukkan harapan adanya pemimpin dari kalangan pesantren.

“Harus memilih figur yang mendorong kelompok santri masuk (memilih) ke dia (Emil),” kata Ray, Kamis, 14 Desember 2017.

BACA: PKB Resmi Dukung Ridwan Kamil Maju Calon Gubernur Jabar

Ray menambahkan, selain untuk meningkatkan elektabilitas, pasangan dari kalangan santri menjadi salah satu bentuk antisipasi isu SARA yang berpotensi besar bakal ditujukan kepadanya sebagai calon gubernur pemilik elektabilitas tertinggi saat ini.

“Itu cukup untuk membentengi agar dia tidak diserang isu SARA,” ungkapnya.

BACA PULA: Ziarah ke Makam Pendiri NU, Ridwan Kamil Minta Restu Maju Pilkada Jabar

Ray memprediksi, pola penggunaan isu SARA seperti di DKI Jakarta kemungkinan besar akan dicoba oleh lawan politik Emil. Menurut dia, isu-isu tersebut sudah mulai bermunculan meski masih sedikit.

“Seberapa intensitasnya? Kita tidak tahu. Saat ini sudah ada partai yang mengasosiasikan ini itu. Calonnya juga dilabeli dengan istilah keagamaan,” tuturnya.

BACA PULA: Ridwan Kamil: Jangan Sibuk Urusan Simbolik

Jika isu-isu SARA digunakan untuk menyerang Emil, bukan tidak mungkin elektabilitas Wali Kota Bandung tersebut bakal terimbas dan melorot.

“Banyak sedikitnya (isu) akan relatif. Sedikit banyaknya akan dicoba. Ini akan memberi efek elektoral,” katanya.

Lebih lanjut, Ray menambahkan, selain menepis isu-isu SARA, kehadiran sosok religius dari kalangan santri sangat krusial untuk Emil mengingat masyarakat Jawa Barat yang terkenal religius.

Selain itu, yang tidak kalah penting yaitu hadirnya sosok tersebut mampu mengimbangi sosok Emil yang identik dengan ideologi nasionalis.

“Figur dia nasionalis. Jadi dia membutuhkan tandem yang santri, dekat dengan kelompok agama. Bicara politik Jawa Barat, harus bicara santri,” ujarnya. (shir/kompas)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...