Daftar | Login
Selasa, 20 Februari 2018 - 16:38 wib
Catatan Gus Sur

Mengapa Kita Harus Membela NKRI? (5)

Mengapa Kita Harus Membela NKRI? (5)

Oleh: Sururi Arumbani

Mencintai, membela dan mempertahankan NKRI menjadi bagian penting dalam beragama bagi warga NU. Para Kiai meyakinkan kepada kita bahwa “Hubbul Wathan minal Iman” (mencintai tanah air bagian dari iman).

Warga Indonesia yang mayoritas muslim diikuti dengan banyaknya aset berkenanaan dengan Islam demikian besar. Berapa ratus ribu masjid, madrasah diniyah, pesantren, kitab karya ulama Indonesia yang ada sampai saat ini. Keberadaan mereka wajib dijaga keamanan dan keterwariskan kepada generasi berikutnya. Makam-makam para wali, ulama dan pejuang penyebar Islam sudah merata di seluruh Indonesia.

Itu semua adalah jejak-jejak, saksi, dan bukti sejarah atas proses Islamisasi. Generasi berikutnya bisa menjadikan inspirasi dalam aktivitas dakwah di masa depan.

Allah membuat jasad Fir’aun tetap ada sampai saat ini untuk dijadikan pelajaran dan sumber hikmah bagi manusia. Kakbah juga dipertahankan agar tetap kokoh sebagai bangunan yang menghubungkan banyak generasi Nabi pembawa risalah. Bahkan menjadi kiblat umat Islam di dunia dalam shalat.

Bukankah kota Yerussalem yang di dalamnya terdapat banyak aset sejarah agama-agama besar di dunia dijadikan perebutan antar bangsa. Sudah beratus tahun konflik atas nama agama berebut aset sejarah.

Sementara banyak pihak juga atas nama pemurnian agama menghendaki aset-aset itu dihancurkan. Jika ini dituruti, maka kelak akan kesulitan memberi bukti sejarah pada anak cucu kita bahwa Islam begitu besar di Indonesia.

Sekali lagi, menjaga NKRI yang bisa mengayomi aset-aset itu juga menjadi bagian upaya meluhur dan melanggengkan Islam di Indonesia. (*)

Sururi Arumbani, Wakil Ketua PW LTN NU Jawa Timur.

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...