Daftar | Login
Selasa, 21 November 2017 - 00:28 wib

Pesantren dan Keutuhan NKRI

Pesantren dan Keutuhan NKRISantri Sidogiri menggelar upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2016 (santrinews.com/ist)

Oleh: Ponirin Mika

Dalam literatur sejarah pendidikan Islam di Indonesia, Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua, yang keberadaannya sejak Indonesia belum merdeka. Masa awal munculnya pesantren kurang lebih sama dengan masa ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim menyebarkan agama Islam di pesisir Kota Gresik.

Keberadaan pesantren saat itu berfungsi sebagai tempat pendidikan dan penyiaran (dakwah) agama Islam. Pendidikan dan syiar agama adalah dua kegiatan yang dapat saling menunjang. Pendidikan dapat dijadikan bekal dalam mengumandangkan dakwah Islam di masyarakat. Sedangkan dakwah dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam membangun sistem pendidikan yang mengarah kepada pendidikan yang berbasir karakter.

Pesantren sebagai institusi yang bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Pesantren tidak henti-henti menciptakan kader umat yang menjunjung tinggi ajaran-ajaran moralitas, integritas dan komitmen dalam segala hal yang diyakininya sebagai sesuatu yang final.

Keberadaan pesantren pun tidak terlepas dari semangat mempertahankan bumi Nusantara dari segala jajahan para kolonialisme dan imprealisme. Meski pesantren bukan satu-satunya canggah penguat dalam membentengi bumi nusantara, akan tetapi keterlibatannya sangat tampak dirasakan oleh bangsa hingga saat ini.

Pesantren dan Semangat Kebangsaaan
Pesantren dan Indonesia adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan sebagai fenomena sejarah. Pesantren adalah model pendidikan agama asli hasil akulturasi nlai-nilai budaya bangsa Indonesia dan Islam yang sangat mejunjung tinggi sikap nasionalisme kebangsaan. Islamisasi ajaran agama Budha pun tidak lepas dari caranya dalam mentransmisikan ajaran-ajaran agama Islam.

Kekhasan metode, asas, dan prinsip pendidikan pesantren Indonesia telah terbangun secara sistematis sejak zaman kolonial Belanda setelah era dakwah Islam periode awal oleh kalangan pedagang maupun pendatang Timur Tengah, Persia, India dan Gujarat.

Sebagai lembaga pendidikan Islam tertua, tentu memahami dari perkembangan sejarah dari masa ke masa. Mulai dari perkembangan pendidikan Islam, nasionalisme anak bangsa dan spirit perjuangannya dalam merebut keutuhan NKRI menjadi rumah sendiri.

Peran pesantren bagi bangsa Indonesia telah terefleksikan dalam perjuangan bangsa mulai dari era perjuangan perebutan kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan, dan era pemerintahan berdaulat penuh. Sebagai benteng nasionalisme, pesantren hadir dan memberikan dukungan penuh bagi eksistensi NKRI.

Hal ini telah dibuktikan melalui pergulatan sejarah panjang perjuangan kehidupan bangsa. Pada masa kependudukan Belanda pesantren terus menolak dan menentang kolonialisme dengan melakukan perlawanan-perlawanan.

Menurut Wahjoetomo upaya perlawanan pesantren terhadap penjajah dikategorikan menjadi tiga sikap yaitu dengan melakukan uzlah (menyendiri di tempat terpencil), perlawanan nonkooperatif (melawan secara diam-diam), dan melalui pemberontakan (perlawanan secara terang-terangan).

Edukasi Pesantren dan NKRI
Fungsi edukatif yang dimiliki pesantren pun sebenarnya hanya membonceng fungsi pesantren sebagai tempat dakwah. Misi dakwah Islamiyah inilah yang mengakibatkan terbangunnya sistem pendidikan ala pesantren. Pada masa Wali Songo, unsur dakwah memegang peran lebih banyak dibanding unsur unsur pendidikan. Fungsi pesantren waktu itu adalah sebagai lembaga pencetak calon ulama dan mubaligh yang militan dalam menyiarkan agama Islam.

Fungsi pesantren saat ini setidaknya mencakup tiga aspek utama, yaitu religius, sosial dan edukasi. Ketiga fungsi tersebut masih berlangsung di masyarakat hingga saat ini. Fungsi lain yang tak kalah penting dari keberadaan pesantren adalah sebagai lembaga pembinaan moral dan kultural. Kalangan pesantren telah dilatih untuk untuk melaksanakan pembangunan demi kesejahteraan masyarakatnya.

Dalam hal ini, proses pembangunan tersebut telah menjalin hubungan yang harmonis antara santri dan masyarakat, dan antara kiai dan perangkat desa. Fungsi edukasi pesantren terhadap bangsa, melahirkan anak bangsa yang bermoralitas bernafaskan nilai-nilai universal. Sehingga pesantren mampu menjadi benteng dalam mempertahankan ideologi bangsa dari rongrongan ideologisasi yang akan mengancam persatuan dan kesatuan. (*)

Ponirin Mika, Pegiat di Community Of Critical Social Research dan Sekretaris Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...