Daftar | Login
Senin, 25 September 2017 - 20:27 wib

Islam, Anjing, dan Saluki

Islam, Anjing, dan Saluki

Oleh: Sumanto Al Qurtuby

Jika sebagian kelompok Islam di Indonesia membenci anjing karena dianggap sebagai hewan kotor dan najis bahkan ada yang memakai hewan ini sebagai umpatan dan makian kepada orang dan kelompok lain yang tidak mereka sukai, maka tidak bagi umat Islam lain di jagat raya ini.

Banyak masyarakat Islam di dunia ini, termasuk kaum Muslim Arab sendiri di Timur Tengah, yang sangat bersahabat dengan anjing.

Jalan-jalanlah kalian ke Turki maka Anda akan menyaksikan banyak anjing berkeliaran di jalan-jalan dan ruang publik lain, bahkan di rumah-rumah dan tempat ibadah. Anjing-anjing di Turki sangat “friendly” kepada orang-orang.

Oleh masyarakat Muslim Turki, anjing dipakai untuk menjaga rumah dan bahkan masjid. Ada masjid-masjid yang “menyewa” jasa anjing untuk menjaga dari orang-orang jahat atau “teroris gemblung” yang ingin meledakan masjid. Anjing adalah salah satu makhluk yang cerdas dan loyal kepada majikan karena itu tidak heran kalau banyak yang suka dan dipakai untuk “teman” dan “bodyguard”.

Bukan hanya di Turki, di Tanah Arab (seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Yaman, Libanon, Yordania, Oman, Palestina, Irak, dlsb) juga banyak sekali kaum Muslim yang sangat bersahabat dengan anjing.

Ada jenis ras anjing di Timur Tengah yang bernama Saluki yang juga populer dengan julukan/sebutan “anjing Arab” (Arabian dog—al-Kalb al-Arabi) tapi ada juga yang menamakan “Persian greyhound”.

Saluki memiliki ciri-ciri khusus seperti kaki panjang, kurus-tinggi, dan ketajaman pandangan. Seperti elang, Saluki menggunakan mata (bukan hidung) sebagai medium utama untuk memburu mangsa.

Saluki juga dikenal sebagai pelari ulung yang tahan banting dan tahan panas karena itu tidak heran jika di beberapa daerah di Arab digunakan untuk lomba lari atau “karapan anjing” (lihat foto).

Ada beragam pendapat tentang asal-usul nama Saluki ini. Tradisi Arab menyebut Saluki berasal dari daerah kuno yang bernama Saluki di Yaman (tidak jauh dari kota Ta’izz). Sampai sekarang, masyarakat di Yaman juga menggunakan anjing untuk berbagai keperluan: berburu, menjaga rumah, sampai perlombaan.

Islam adalah agama yang sangat ramah terhadap semua makhluk hidup di dunia ini termasuk binatang. (Sebagian) Muslim-nya saja yang kadang norak dan urakan.

Beberapa ayat dalam Al-Qur’an jelas menginstruksikan untuk berbuat baik dan menyayangi terhadap alam semesta dan seisinya. Al-Qur’an juga secara tegas melarang berbuat kerusakan dan kejahatan terhadap alam dan makhluk-Nya.

Al-Qur’an hanya secara eksplisit mengharamkan memakan daging babi (bukan memelihara hewan babi). Meskipun daging babi haram untuk dikonsumsi bukan berarti halal untuk disakiti.

Pula, jika air liur anjing dianggap kotor dan najis kan gampang tinggal dicuci saja kalau mengenai pakaian dan objek lain, bukan malah dijadikan sebagai alasan dan pembenar untuk memburu dan menyakiti anjing.

Dari dulu, banyak para ulama klasik (trmasuk Fakhruddin al-Razi, Abu Hanifah, Ibnu Muqaffa, Shihabuddin Suhrawardi, Faridudin Attar, al-Jahiz, dlsb) yang memerintahkan untuk menyayangi binatang apa saja dan mengharamkan atau melarang menyakiti dan menyiksa mereka. Maka, jika anda mengaku mencintai Allah, maka cintailah makhluk-Nya. (*)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...

Pojok Santri

Dalam Proses
Oleh: Abdul Hady JM
Seseorang yang terlalu memikirkan akibat dari suatu keputusan atau tindakan, sampai kapan pun dia tidak akan menjadi pemberani. — Ali bin Abi Thalib ...