Daftar | Login
Jum'at, 19 Oktober 2018 - 02:12 wib

Sampaikan Sembilan Tuntutan, HMI Puji Kepemimpinan Jokowi

Uswatun H - SantriNews.com
Sampaikan Sembilan Tuntutan, HMI Puji Kepemimpinan JokowiPengurus HMI bersilaturahmi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bagor, Jumat sore, 5 Oktober 2018 (santrinews.com/ist)

Bogor – Presiden Joko Widodo menerima peserta Sekolah Pimpinan Himpunan Mahasiwa Islam (Sepim HMI) Tahun 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat sore, 5 Oktober 2018. Jokowi didampingi Mensesneg Pratikn, Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Nurhayanti.

HMI memuji sikap Jokowi yang terbuka. Jokowi adalah pemimpin negara yang berasal dari civil society. Jokowi memiliki kesamaan dengan HMI.

“Pak Jokowi adalah contoh pemimpin dalam sistem demokrasi yang sesungguhnya, berasal dan didukung oleh gerakan civil society. Tentu sangat cocok dengan HMI yang merupakan bagian dari civil society,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI, Ichya Halimudin.

Ichya mengatakan Jokowi sebagai figur pemimpin terbuka terhadap mahasiswa. Apalagi, dalam pertemuan itu tersebut berlangsung akrab yang disertai dialog antara Presiden Joko Widodo dan anggota HMI.

Kemudian, Ichya optimis program yang dijalankan Jokowi sesuai dengan visi misi yang dimiiliki HMI.

“Saya kader dan pengurus HMI, HMI adalah organisasi mahasiswa terbesar dan tertua di Indonesia, jelas HMI punya visi misi tentang kebangsaan,” jelas Ichya.

Sembilan Tuntutan HMI
Dalam pertemuan ini, HMI memberi sembilan tuntutan yang mereka beri nama ‘Senturi’ atau ‘Sembilan Tuntutan Rakyat Indonesia’ kepada Presiden Joko Widodo.

Tuntutan itu dibacakan oleh Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad. Pertama, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melibatkan stakeholder dan menekankan agar Indonesia tidak berutang kepada IMF dan World Bank.

“Bangsa ini tidak lagi berutang budi dengan IMF dan World Bank. Kita menjadi bangsa dengan kedaulatan ekonominya yang kata Bung Karno, harus kita bangkitkan bersama-sama,” kata Saddam dalam sambutannya.

Kedua, membangun kembali penguatan reformasi sistem keamanan untuk menangkal radikalisme dan terorisme. Gagasan ini dianggap penting untuk memberangus terorisme di Tanah Air.

Tuntutan ketiga, menelaah kembali kebijakan berkembangnya Tenaga Kerja Asing (TKA) di Indonesia. HMI menginginkan pemerintah menyeimbangkan antara penggunaan TKA dengan tenaga kerja lokal dalam pembangunan bangsa.

“Keseimbangan ini tentunya menjadi harga diri tenaga kerja lokal di Indonesia,” tegasnya.

Keempat, menekankan kepada pemerintah dalam penguatan kedaulatan energi terhadap perusahaan-perusahaan asing di Indonesia. Tuntutan kelima, menekankan terciptanya holding pangan di Indonesia agar kedaulatan pangan tetap terjaga.

“Enam, menekankan pemerintah dalam penegakan supremasi hukum dan HAM. Baik di KPK, kejaksaan dan polisi demi menjaga marwah NKRI,” tegasnya.

Ketujuh, memperkuat pemerataan pendidikan demi menghasilkan peningkatan sumber daya alam demi terciptanya nation character building. Gagasan ini dinilai sejalan dengan revolusi mental yang digaungkan Jokowi.

Delapan, menekankan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia. Sembilan mendorong terciptanya open government untuk keterbukaan informasi publik di setiap instansi pemerintah dan politik.

Saddam menegaskan, HMI akan selalu mengawal demokrasi di Indonesia, tanpa pandang bulu serta tidak melihat kepentingan tertentu.

“Kita melihat demi kepentingan bangsa dan negara. Untuk sama-sama menjalankan estafet jalannya republik ini agar Indonesia dapat merayakan kemenangan emasnya di 2045,” kata Saddam. (us/onk)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...