Daftar | Login
Jum'at, 16 November 2018 - 19:43 wib

Jokowi dan Suguhan Bubur Merah Putih di Kediaman Gus Dur

Uswatun H - SantriNews.com
Jokowi dan Suguhan Bubur Merah Putih di Kediaman Gus DurPresiden Joko Widodo di kediaman istri Presiden RI keempat almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat 7 September 2018 (santrinews.com/ist)

Jakarta – Presiden Joko Widodo bersilaturahmi ke kediaman istri Presiden RI keempat almarhum KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid, di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat 7 September 2018.

Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, kedatangan Jokowi disambut oleh Yenny Wahid, putri kedua Gus Dur. Keduanya kemudian masuk rumah untuk bertemu dengan Nyai Sinta Nuriyah.

Jokowi mengaku bahwa ini bukan kali pertama berkunjung ke kediaman Gus Dur. Kunjungan Jokowi ini juga bertepatan dengan hari lahir Gus Dur.

“Ya saya ke sini tidak sekali dua kali ini. Kalau tidak keliru seingat saya sudah yang keempat,” kata Jokowi seusai pertemuan.

Selain itu, Jokowi juga ingin mengetahui kabar Nyai Sinta Nuriyah. Jokowi pun sempat menyantap bubur merah putih yang disuguhkan.

“Juga ingin mengabarkan mengenai kesehatan beliau, alhamdulillah diberikan kesehatan yang baik dari Allah SWT,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pada kesempatan ini Jokowi juga bertemu dengan tokoh-tokoh dari Madura. Jokowi menuturkan, mereka memberi masukan terkait keluhan mahalnya tarif jembatan di Suramadu.

“Dulu sebetulnya dari Rp30 ribu kita sudah potong jadi Rp15 ribu, yang sepeda motor sudah dibebaskan. Tapi memang itu dampak terhadap investasi dan ekonomi masih belum kelihatan sehingga beliau-beliau meminta itu untuk ditinjau kembali,” ujarnya.

Nyai Sinta Nuriyah menilai Jokowi adalah sosok yang suka bersilaturahmi kepada tokoh masyarakat, kiai, dan sebagainya.

“Termasuk ke sini karena saya dianggap sebagai orang tua yang patut dikunjungi. Jadi saya sebagai orang tua pasti akan memberikan doa,” kata Nyai Sinta Nuriyah.

Nyai Sinta pun memberikan pesan terkait amanah yang diemban seorang pemimpin. Ia pun menuturkan apa yang menurutnya diamalkan oleh Gus Dur.

“Sesuai apa yang ada dalam kaidah fikih, kebijakan seorang pemimpin itu harus berdasar pada kepentingan rakyatnya, bukan golongan,” ujarnya. (us/ist)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...