Daftar | Login
Selasa, 22 Mei 2018 - 14:46 wib

Ketum Pagar Nusa: Gerakan Intoleran Tidak Boleh Dibiarkan

Redaksi - SantriNews.com
Ketum Pagar Nusa: Gerakan Intoleran Tidak Boleh Dibiarkan

Sumsel – Ketua Umum Pagar Nusa, M Nabil Haroen sangat menyayangkan tindakan penyerangan Gereja St Lidwina Sleman dan penganiayaan terhadap pastor serta jemaat gereja, pada Ahad pagi, 11 Februari 2018.

Gereja St. Lidwina Dk. Jambon, Trihanggo, Gambing, Sleman, Yogyakarta diserang seorang lelaki bersenjata tajam. Penyerang melukai pastor dan beberapa jemaat. Selain itu, penyerang juga melukai seorang polisi yang berusaha mengamankan pelaku.

“Saya sangat menyayangkan penyerangan yang terjadi di Gereja St Lidwina Sleman. Beberapa waktu lalu, terjadi penyerangan kiai di Cicalengka Jawa Barat. Kalau penyerangan ini terus dibiarkan, akan memecah belah dan berdampak buruk bagi bangsa ini,” ungkap Nabil, dalam Silaturahmi Pagar Nusa se-Sumatera Selatan, di Tuga Jaya, Ogan Komering Ilir, Sumsel, Ahad, 11 Februari 2018.

Nabil mengungkapkan bahwa pada tahun 2018 dan 2019, yang dianggap sebagai tahun politik, konsolidasi dan silaturahmi antar elemen warga harus ditingkatkan.

“Kemarin kiai yang dibacok, sekarang pastor yang diserang. Ini semacam rangkaian kekerasan yang harus diputus. Tidak sekedar mencari dan menemukan pelaku, tapi memutus jaringan kekerasan ini. Jangan sampai Indonesia kita dibuat keruh oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab,” terang Nabil.

Nabil mengajak warga Nahdliyyin, santri dan bersama warga lintas agama, serta Polri dan TNI, untuk saling menjaga situasi agar tetap kondusif. “Kita jangan sampai kalah dengan kekerasan. Harus ada gerakan bersama untuk memutus mata rantai kekerasan ini,” tegasnya.

“Pagar Nusa sudah menginstruksikan jaringan pendekar untuk merapatkan barisan, konsolidasi dengan warga lintas agama serta simpul-simpulnya untuk saling bekerjasama. Kami juga terus berkomunikasi intensif dengan Panglima TNI dan Kapolri untuk bersama-sama mencipta situasi kondusif,” sambungnya.

Didampingi Emi Sumirta, Ketua PW Pagar Nusa Sumatera Selatan, Ki Cokro, M. Aziz, Muamarullah dan jajaran Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Nabil menegaskan, “Jangan sampai, situasi politik pada masa menjelang Pilkada, Pilleg, dan Pemilihan Presiden, pada tahun 2018 dan 2019 ini, menjadi turbulensi sehingga dimanfaatkan kelompok yang tidak bertanggungjawab.”

Nabil Haroen mengajak pada tokoh-tokoh lintas agama untuk saling silaturahmi, untuk menyamakan persepsi menjaga bangsa. “Mari kita tingkatkan ukhuwwah basyariah, persaudaraan kemanusiaan kita, untuk menjaga situasi tetap damai. Kalau ukhuwwah ini terjaga, tujuan pelaku kekerasan untuk mencipta situasi chaos, tidak akan tercapai,” harap Nabil.

Dalam waktu dekat, Pagar Nusa akanĀ  menyelenggarakan Silaturahmi antara ulama, santri dan pemuka lintas agama di beberapa kawasan, untuk keamanan dan persaudaraan kebangsaan.

Agenda ini, merupakan satu rangkaian dengan Ijazah Kubro Pagar Nusa, pada Januari 2018 lalu di Cirebon, Jawa Barat. (*)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...