Daftar | Login
Jum'at, 19 April 2019 - 10:26 wib

Pengeroyokan Audrey, Ketua IPPNU Kalbar: Bukan Kasus Sepele

Anty Husnawati - SantriNews.com
Pengeroyokan Audrey, Ketua IPPNU Kalbar: Bukan Kasus SepeleKetua PW IPPNU Kalimantan Barat, Siti Rohimah (santrinews.com/istimewa)

Pontianak – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kalimantan Barat menyesalkan atas kasus pengeroyokan atau bullying yang dialami Audrey, seorang siswi SMP di Pontianak Selatan.

Ketua PW IPPNU Kalimantan Barat, Siti Rohimah mengatakan kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswa SMA itu bukan hal sepele. Menurut dia, pelaku bullying merupakan perilaku yang tidak normal, tidak sehat, tidak bermoral dan secara sosial tidak dapat diterima.

“Bullying sangat berdampak buruk pada kesehatan mental untuk waktu yang cukup lama, bahkan dapat berujung depresi bahkan kematian,” kata Rohimah, di Kalbar, Rabu, 10 April 2019.

Akibat pengeroyokan itu, siswi 14 tahun itu mengalami trauma dan harus dirawat intensif di sebuah rumah sakit. Dugaan sementara pemicu pengeroyokan adalah masalah asmara dan saling komentar di media sosial.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan, dalam aduan itu korban melaporkan dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal.

“Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton,” kata Nurhayati.

Rohimah sangat menyayangkan karena tindakan tersebut dilakukan sesama pelajar yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, meski demikian kasus ini perlu ditindaklanjuti sampai ke ranah hukum agar tidak ada lagi Audry selanjutnya.

Selain itu, menurutnya, di sinilah peran organisasi pelajar atau kepemudaan seperti IPPNU yang seharusnya diberikan kemudahan untuk masuk ke dalam sekolah-sekolah umum berbasis Islam.

“Sebetulnya banyak komunitas dan organisasi di luar sana yang memiliki banyak kegiatan positif yang bisa membawa pengaruh baik di sekolah, seperti halnya IPPNU lahir untuk menanamkan dan menguatkan ideologi Aswaja, serta moral pelajar,” tegasnya.

Saat ini, lanjut dia, PR terbesar bagi kita semua, khususnya orang tua, dan para pendidik adalah soal moralitas pelajar. Terutama lagi untuk pelajar putri, dibutuhkan penekanan aspek moral agar dapat menciptakan akhlak yang baik sehingga memiliki kepribadian luhur sesuai dengan karakter bangsa. (anty/onk)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...