Daftar | Login
Kamis, 21 Maret 2019 - 07:34 wib

Kader IPPNU Tak Perlu Tiru Cara Berpakaian Orang Arab

Redaksi - SantriNews.com
Kader IPPNU Tak Perlu Tiru Cara Berpakaian Orang ArabKetua PAC IPPNU Kecamatan Lenteng Qoriatul Fajriyah memberikan tumpeng kepada Ketua PC Fatayat NU Sumenep Nyai Shulhah, dengan disaksikan Ketua PC IPPNU Sumenep Ainiyatur Rohmah (santrinews.com/istimewa)

Sumenep – Setiap zaman memiliki tantangan tersendiri yang berbeda. Begitu juga kaderisasi di IPPNU. Karena itu, kaderisasi dan kegiatan IPPNU harus mampu dikemas sesuai kebutuhan zaman sehingga memiliki daya tarik.

Demikian disampaikan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Sumenep, Nyai Shulhah, saat menjadi pemateri dalam Talkshow dalam rangka memperingati Harlah ke-64 IPPNU, di pendopo Kecamatan Lenteng, Sumenep, Kamis, 7 Maret 2019.

Baca juga: Wabup Fauzi Apresiasi Pekan Pelajar Sumenep

Talkshow bertema Eksistensi IPPNU dalam Menumbuhkan Semangat Juang Nahdlatul Ulama ini digelar oleh PAC IPPNU Lenteng. Talkshow dipandu oleh Azizah Ayu Dinata sebagai moderator.

Menurut Nyai Sulhah, daya tarik pengkaderan IPPNU bisa didapatkan dengan mensinergikan perkembangan zaman namun tetap dalam konteks syariat. Menurutnya, banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan dengan dikemas secara milenial namun tidak keluar dari aturan syari’at Islam.

Ia menyebut, misalnya, bahwa di NU sebenarnya tidak ada yang namanya talkshow, melainkan hanya ceramah. “Tapi IPPNU Lenteng mengemasnya dengan talkshow,” ujarnya mencontohkan. “Dimana ada daya tarik disana pasti ada daya jual,” sambungnya.

Baca Juga: Rapimnas 2018, IPPNU Angkat Spirit Hari Santri dan Sumpah Pemuda

Karena itu, Nyai Sulhah, meminta agar IPPNU harus bisa membuktikan sebagai kader NU. Bedakan dengan mereka yang bukan kader NU. Yakni dengan menunjukkan sikap, akhlak dan tutur kata yang baik.

“Dengan begitu kalian tidak usah berkampanye untuk menarik kader. Mereka akan tertarik dan datang dengan sendirinya,” tegasnya.

Bukan hanya itu. Nyai Sulhah juga memaparkan tentang fashion berpakaian sebagai kader IPPNU. Menurunya harus menyesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat sekitar. Yang penting menutup aurat dan tidak ketat.

“Berpakaianlah sebagaimana orang-orang NU di Nusantara khususnya di Indonesia. Janganlah meniru cara berpakaian di Arab Saudi, karena Islamnya Indonesia dengan Arab Saudi itu berbeda,” pesannya.

Baca juga: Tak Ada Hubungan Hijab dan Hidayah

Acara yang diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil bersama serta pemotongan kue ini dihadiri oleh PC IPPNU Kabupaten Sumenep, Pimpinan Anak Cabang IPPNU se zona selatan, dan Pimpinan Komisariat (PK) IPPNU se kecamatan Lenteng, serta para pengurus.

Ketua Panitia, Hafidatul Aini, menyampaikan bahwa kaderisasi IPPNU adalah kaderisasi pertama yang harus bisa meneruskan pejuang NU terdahulu. (red)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...