Daftar | Login
Jum'at, 22 Februari 2019 - 00:28 wib

Tak Hanya Sekali Hina Ulama, Para Santri Jember Ultimatum Fadli Zon

Moh Ridwan - SantriNews.com
Tak Hanya Sekali Hina Ulama, Para Santri Jember Ultimatum Fadli ZonRatusan santri di Jember, Jawa Timur, aksi turun jalan mengecam politisi Partai Gerindra Fadli Zon (santrinews.com/fakta)

Jember – Ratusan santri di Kabupaten Jember, Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa #AksiBelaKiai dengan “longmarch” dari Lapangan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, menuju Alun-alun, Ahad pagi, 10 Februari 2019.

Mereka mengecam keras pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon dalam puisi berjudul “Doa yang Ditukar” yang dinilai menghina kiai NU KH Maimoen Zubair.

Baca: Santri Jatim Desak Fahri Hamzah Minta Maaf

Dengan mengenakan sarung dan kopiah, para santri berjalan dengan membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan “Mulutmu Harimaumu”, “Tenggelamkan Fadli Zon”, “Hentikan Menghujat Kiai”, dan “Jika Kau Nisatakan Guru Kami, maka Kau Menghadapi Kekuatan Santri”.

Mereka mendapat pengawalan dari Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Jember serta pengamanan aparat Polres Jember sebanyak 300 personel yang dipimpin langsung Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, hingga menuju Alun-lun Kota Jember.

Sebelum longmarch, mereka berkumpul Lapangan Talangsari. Mereka datang dari 26 kecamatan di Kabupaten Jember dengan mengendarai berbagai macam kendaraan.

“Kami menyayangkan pernyataan pimpinan DPR RI Fadli Zon yang tidak hanya sekali mendiskreditkan kiai, sehingga aksi damai ini merupakan reaksi keras dari para santri di Jember,” kata koordinator aksi yang juga Ketua Gerakan Pemuda Ansor Jember Ayub Junaidi di Jember.

Baca juga: Santri dan Ulama Pesantren di Bangkalan Doakan Jokowi

Menurut Ayub, pernyataan Fadli Zon yang dinilai menyakiti hati para santri NU tidak hanya pada puisi yang menghina KH Maimoen Zubair, tapi juga pernyataan lainnya yang seperti penghinaan terhadap Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU saat dijabat KH Mahruf Amin.

“Kami juga meminta para tokoh nasional yang lain untuk menghentikan kebiasaan mencela kiai karena kewajiban sebagai muslim menghormati ulama dan kiai, bukan malah sebaliknya karena dapat melukai hati para santri yang berguru kepada para kiai,” ujarnya.

Ahmad Syaiful Anam, salah seorang santri, mengatakan, #AksiBelaKiai ini perlu dilakukan karena kiai adalah tokoh yang wajib dihormati dan bukan untuk dihina. “Mbah Moen (KH Maimoen Zubair) itu dihina, apalagi juga di politisasi. Tidak seharusnyalah, sehingga saya ikut aksi ini,” ujar Ahmad Syaiful Anam.

Menurut Ahmad Syaiful Anam, KH Maimoen Zubair harus dijunjung layaknya guru yang dihormati dan dihargai jasa serta ilmu-ilmunya.

“Karena kita bisa memiliki ilmu dan nantinya bisa meniti hidup karena jasa kiai. Apalagi kalau pemimpin yang sering sowan ke kiai, itu harus dihormati karena lebih baik,” tambahnya.

Seorang santri dari Pondok Pesantren Sumber Wringin, Muhammad Zaini, juga berpendapat senada. Dia menuturkan, kiai ibarat orang tua kita yang memberikan nasehat dan ilmu-ilmunya yang bermanfaat.

“Jadi jika ada yang menghina atau melecehkan, tidak seharusnya dilakukan. Saya tidak terima, dan lewat aksi ini semoga menjadi perhatian.” tegasnya.

Para santri berharap, Fadli Zon segera meminta maaf secara terbuka kepada para kiai dan ulama yang telah dihinanya.

“Tidak seharusnya elit politik yang duduk di pimpinan Senayan menyampaikan pernyataan yang dapat melukai hati para santri dan masyarakat, sehingga kami mendesak saudara Fadli Zon untuk meminta maaf dalam kurun waktu 2×24 jam,” kata Ayub yang juga Wakil Ketua DPRD Jember. (wan/onk)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...