Daftar | Login
Kamis, 13 Desember 2018 - 00:49 wib

Muhri Ingatkan Kewajiban Kader Ansor Melanjutkan Perjuangan Ulama

Abd Sukkur - SantriNews.com
Muhri Ingatkan Kewajiban Kader Ansor Melanjutkan Perjuangan UlamaKetua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep M Muhri (santrinews.com/sukkur)

Jakarta – Maraknya gerakan Islam radikal menjadi problematika yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Banyaknya konflik kelompok Islam selama ini jelas tidak menguntungkan terhadap Islam sendiri.

Perpecahan di internal umat Islam di banyak tempat harus menjadi pelajaran penting bagaimana seharusnya menjaga agama dan bangsa.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep M Muhri, saat menyampaikan sambutan acara Pelantikan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Ranting Mandala, Gapura Sumenep, di Balai Desa Mandala, Rabu malam, 5 Desember 2018.

Acara pelantikan dikemas dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw dan dihadiri oleh puluhan kader Ansor dan ratusan jamaah, para tokoh kiai dan tokoh masyarakat.

Sesaat setelah pelantikan, acara ini dilanjutkan dengan santunan anak yatimdan dhuafa, serta pengajian umum dengan tema “Berpegang Teguh Pada Norma-Norma Agama serta Menjunjung Tinggi Martabat Bangsa dan Negara”.

Dalam sambutannya, Muhri mengingatkan, agar semua kader Ansor terus berkomitmen pada ajaran islam ahlussunnah wal-jamaah, mengembangkan Islam yang ramah, yang rahmatan lil-‘alamin, sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw, para sahabat dan generasi para ulama setelahnya.

“Sebagai Pimpinan Cabang, saya tegaskan bahwa semua kader Ansor, kader muda Nahdlatul Ulama harus berkomitmen menjalankan ajaran Islam ahlussunnah wal-jamaah an-Nahdliyah, dengan prinsip-prinsip dasar Ta’adul, Tawasuth, Tawazun dan Tasamuh,” tegas Muhri di hadapan ratusan Kader Ansor dan undangan.

Bagaimanapun juga, lanjut Muhri, sebagai pemuda Nahdlatul Ulama, kader Ansor punya kewajiban dan tanggungjawab melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama terdahulu yang sudah berjasa besar terhadap perkembangan Islam di Indonesia dan juga dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

“Ingat perjuangan Ulama kita terhadahulu, para pendiri Nahdlatul ulama, dimana kemerdekaan ini tidaklah diperoleh dengan mudah, melainkan harus ditebus dengan keringat, darah, airmata dan nyawa,” jelas pria yang sudah dua periode menjabat ketua PC GP Ansor Sumenep ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, semua warga Nahdlatul ulama, termasuk juga semua kader Gerakan Pemuda Ansor memiliki kewajiban untuk melanjutkan perjuangan para ulama, menjaga kesatuan bangsa, menjaga tradisi, dan mencegah hal-hal yang dapat merusak dan mengancam keutuhan bangsa dengan konsep ajaran Islam ahlussunnah waljamaah.

“Salah satu yang harus dicegah itu adalah pengaruh narkoba yang selama ini telah banyak merusak generasi bangsa, generasi muda, sehingga harus kita cegah bersama karena masa depan bangsa sangat tergantung pada generasi muda,” imbuh Muhri. (kur/onk)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...