Daftar | Login
Selasa, 21 November 2017 - 00:29 wib

Perjuangan Panjang IPNU-IPPNU di Kampus Umum

Sumriyah - SantriNews.com
Perjuangan Panjang IPNU-IPPNU di Kampus Umum

Surabaya – Pesantren Mahasiswa (PESMA) malam itu mulai menceritakan ketidaksepahaman kader-kader NU dengan faham-faham organisasi yang telah mereka ikutinya.

Kerinduan kader-kader itu mencapai titik puncak dimana ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah ala Nahdliyyin mulai menantang mereka untuk mulai mencintainya kembali dan meninggalkan organisasi-organisasi ekstrimis yang sangat radikal dan liberal.

Kader-kader itu resah dengan masuknya faham-faham ekstrimis di Universitas Negeri Surabaya, Rindunya suasana Ke-NU-an di Kampus Pendidikan ini membuat mereka tetap semangat untuk mendirikan organisasi NU yang membawa perdamaian di penjuru kampus. Rekan Sentot Pujianto namanya dari jurusan kimia angkatan 1998 dan Rekanita Bibit dari jurusan biologi angkatan 1998.

Mereka sadar setelah runtuhnya rezim Soeharto maka kebebasan berpendapat semakin diluar batas, organisasi islam dikampus semakin terang-terangan berdakwah baik itu radikal maupun liberal.

September ini merupakan angin segar bagi mahasiswa di kampus pendidikan yang saling merindu akan keberadaan organisasi NU.

Bertepatan pada bulan September tahun 2002 terbentuklah Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU Universitas Negeri Surabaya (PKPT IPNU-IPPNU UNESA).

PKPT IPNU-IPPNU UNESA menjadi awal perdamaian di kampus pendidikan, yang dimana ketua IPNU adalah Rekan Sentot Pujianto dan ketua IPPNU adalah Rekanita Bibit.

Pelantikan, Orientasi Pengurus dan Rakerpun telah dilalui dimana menghasilkan kegiatan Dibaan, diskusi, yasinan, pengabdian dan Kajian rutin.

Berbagai pembenahan dilalui oleh PKPT IPNU-IPPNU UNESA hingga akhirnya pada Juli 2005, PKPT IPNU-IPPNU UNESA menjawab problem kader-kadernya yang dibatasi oleh waktu dan jadwal kos maupun pesantren yang ditempati oleh kadernya sehingga para kaderpun kesulitan untuk mengikuti kegiatan PKPT UNESA.

Pendirian Pesantren Mahasiswa (PESMA) pun akhirnya dimulai tahun 2005 hingga sekarang, total pesma yang telah dibawahi oleh PKPT UNESA ada tujuh pesma.

Tahun 2017-2018 PKPT UNESA telah menemukan pemimpin barunya yaitu Rekan Khofi dan Rekanita Putri, keduanya memiliki visi dan misi kader PKPT UNESA yang berkualitas, inovatif dan produktif.

IPNU-IPPNU di tengah kampus pendidikan sekarang lebih mengedepankan kualitas para anggota dan kader-kadernya, sehingga saat terjadi bonus demografi seluruh kader dapat mengikuti dan lebih produktif pada eranya. (sum/onk)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...