Daftar | Login
Rabu, 20 Juni 2018 - 16:43 wib

KH Nuril Huda: Tahun 1972 PMII Independen Hanya Pura-pura

Syaifullah - SantriNews.com
KH Nuril Huda: Tahun 1972 PMII Independen Hanya Pura-puraBendera PMII (santrinews.com/dok)

Jakarta – Salah satu pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH A Nuril Huda mendukung sepenuhnya rencana penetapan kembali PMII sebagai salah satu badan otonom NU dalam Muktamar ke-33 di Jombang, 1-5 Agustus nanti.

Menurutnya, garis ideologi NU harus jelas. “Politik dan strategi boleh. Tetapi ideologi tidak boleh miring-miring,” katanya di Kantor PBNU, Jakarta, seperti dilansir NU Online Sabtu, 21 Maret 2015.

PMII didirikan pada tahun 1960 oleh para kader IPNU. PMII dimaksudkan sebagai estafet kaderisasi NU di lingkungan kampus pasca-IPNU. “Saat ini hanya saya dan Pak Chalid (Chalid Mawardi) yang masih hidup,” kenang Kiai Nuril yang kini berusia 76 tahun.

“Perjuangan harus ada estafet. Kalau tidak ya NU akan lenyap. Para kader NU yang kuliah di perguruan tinggi yang pinter-pinter itu harus siap menggantikan kepemimpinan senior-seniornya. Dan NU harus terus maju menyuarakan islam rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Ia bercerita, awal tahun 1970-an kondisi perpolitikan memang sangat tidak menguntungkan NU sebagai salah satu partai politik. “Ketika itu Golkar sangat marjinal ke NU. Misalnya di Lampung waktu kampanye NU saya mau ditembak polisi. Tapi ini rahasia, jangan bilang siapa-siapa,” katanya bercanda.

Karena itu, PMII yang beranggotakan para kader muda NU yang sangat aktif melakukan manuver dengan menyatakan independen dari NU. Dengan cara itu aktivitas PMII lebih leluasa.

“Jadi independen itu sebenarnya hanya pura-pura saja. Itu langkah kita untuk menyelamatkan PMII waktu itu. PMII ya tetap NU, didirikan untuk menjaga kelestarian Ahlusssunnah wal Jama’ah (Aswaja) an-Nahdliyah,” katanya.

Ditambahkan, saat ini dalam suasana politik yang lebih kondusif dan NU telah lepas dari aktivitas politik praktis, PMII tidak perlu ragu untuk kembali ke NU.

“NU akan merangkul anak-anak muda. Ayo butuhnya apa. Lagi pula sekarang kan zamannya anak muda. Saya juga kalau bicara PMII terasa masih muda, dan alhamdulillah masih hidup sampai menjelang Harlah PMII yang ke-55. Ini yang penting,” pungkasnya. (saif/ahay)

Tadzkirah

Kenaikan Beragama Seseorang Ditandai oleh Akhlaknya yang Baik – KH A Musthofa Bisri

-- Akhlak

Buku

Islam ala Amerika
Judul: Islam Amerika Penulis: Imam Feisal Abdul Rauf Penerbit: Bandung, Mizan Terbitan: Pertama, Desember 2013 Tebal: 351 halaman ISBN: 978-602-1210-01-7 Peresensi: M Kamil Akhyari ...